BPJS Defisit Anggaran Setiap Tahun
Informasi kali ini datangnya dari Prusahaan Asuransi sosial plat merah atau biasa kita kenal adalah lembaga jaminan kesehatan BPJS.
lembaga ini kerap kali mengalami defisit anggaran setiap tahunya,informasi yang kami dapatkan bahwa tahun 2015 lembaga ini mengalami defisit anggaran sama seperti tahun sebelumnya, hal ini di sampaikan oleh kepala group pengelola BPJS yaitu bapak Ikhsan, beliau mengakui hal tersebut ketika berbincang bersama salah satu anggota komisi 9 DPR dan juga bapak Tulus abadi selaku ketua harian YLKI.
Defisit anggaran yang dialami oleh bpjs dikarenakan banyaknya peserta yang menggunakan bpjs dari golongan PBI (peserta bebas iuran), dari total sekitar 150 juta peserta yang memiliki bpjs,90 juta diantaranya adalah peserta PBI, sedangkan peserta mandiri ataua peserta yang membayar iuran dari kantong pribadi kurang lebih sekitar 15 juta dan sisanya adalah peserta yang di ikutsertakan oleh prusahaan tempat mereka bekerja. hal ini yang menyebabkan bpjs selalu defisit anggaran karena lebih banyak orang yang mengklaim dari golongan PBI, sedangkaan golongan PBI adalah peserta yang dibiayai oleh APBN.
Ketua harian YLKI bapak Tulus abadi mengatakan hal ini dikhawatirkan akan terus terjadi dan akan berdampak pada pelayanan kesehatan yang akan semakin menurun, yang kemudian dirugikan adalah masyarakat. dan kita ketahui bahwa banyak masyarakat yang antri ketika berobat di rumah sakit bahkan tidak sedikit yang kemudian ditolak oleh rumah sakit dengan berbagai macam alasan, jangan sampai hal ini di perburuk oleh anggaran yang selalu defisit,
Beliau juga mengatakan bahwa banyak masyarakat yang mengadukan dan mengirimkan keluhanya terhadap pelayanan bpjs kepada lembaga YLKI, mereka mengatakan bahawa pelayanan bpjs kurang maksimal, bahkan banyak yang merasa kecewa karna menggunakan bpjs hanya penyakit ringan saja yang di cover sedangkan penyakit yang membutuhkan biaya yang mahal justru tidak dicover, ini yang membuat mereka merasa kecewa.
Hal ini di akui oleh kepala group pengelola bpjs, beliau mengiyakan pernyataan tersebut, dan banyak rumah sakit yang mengatakan bahwa rumah sakit lebih senang melayani pasien non bpjs seperti mereka yang memiliki jaminan kesehatan swasta atau asuransi swasta, karna prusahaan asuransi swasta langsung membayar biaya pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien dan prusahaan asuransi mengcover semua jenis penyakit sesuai dengan kebutuhan pasien, maka dari itu tidak ada pasien yang ditolak, seperti pasien bpjs yang sering ditolak karna pemerintah tidak memberikan jaminan kesehatan sesuai kebutuhan pasien. sampai-sampai pegawai bpjs sendiripun harus memiliki double asuransi karna mereka tau kalau hanya mengandalkan jaminan dari bpjs tidak akan cukup,
berita ini dimuat oleh salah satu televisi swasta di indonesia secara live pada tanggal 14 maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar